Rabu, 14 Januari 2015

Suluk Sunan Kalijaga di Akhir Zaman

Isi pesan Sunan Kalijaga :

Yen pasar ilang kumandange...
Yen kali wis ilang kedunge...
Yen wong wadon wis ilang wirange...
Mlakuho topo lelono njajah deso milang kori,
Ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi,
Golek wisik songko Sang Hyang Widhi...
 

Artinya : > Yen pasar ilang kumandange...
"Jika pasar sudah mulai hening. Maksudnya jika perdagangan sudah tidak dengan tawar- menawar, karena banyaknya mall dan pasar swalayan yang berdiri. Kata orang2 tua di tanah Jawa ini dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar (ijab qabul), sehingga suaranya begitu keras terdengar dari kejauhan seperti suara lebah yang mendengung. Ini bermakna tadinya adanya kehangatan dalam social relationship di masyarakat, tapi sekarang sudah hilang. Biarpun kita sering ke plaza atau ke supermarket ratusan kali, kita tidak saling kenal dengan pengunjung atau para pelayan dan cashier di tempat itu."

> Yen kali wis ilang kedunge... "Jika sungai sudah mulai dangkal sehinga hilanglah kedungnya. Jika sumber air sudah mulai kering. Maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu, tanda ilmu mulai dicabut dari muka bumi. Sehingga orang tak berilmu menjadi pemimpin agama & dimintai fatwa. Maka ini alamat bahwa dunia mau diQiamatkan Allah SWT. Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati hati manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah."

> Yen wong wadon wis ilang wirange... "Jika wanita sudah tidak punya rasa malu."

> Mlakuho topo lelono njajah deso milang kori "Berjalanlah bertapa lelana. Artinya bermujahadah, susah payah dalam perjalanan ruhani, spiritual (suluk), riyadlah atau perjalanan fi sabilillah."

> Ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi "Jangan pulang sebelum kembali 4 bulan/masa."

> Golek wisik songko sang Hyang Widhi "Mencari petunjuk, ilham, hidayah dan kepahaman ruhani dari Dzat yang Maha Esa. Pesan Sunan Kalijaga ini ditujukan kepada umat akhir jaman dengan sebelumnya menyebut tanda-tanda akhir jaman."
Dan saran beliau untuk melakukan pendekatan kepada Allah melalui perjalanan Ruhani (suluk) mencari petunjuk & hidayah dari- Nya.
wassalam

2 komentar:

  1. apakah yang dimaksud perjalanan fi sabilillah itu seperti yang dilakukan oleh teman teman jamaah tablig?

    BalasHapus
  2. Nasihat sang sunan rah a. Diperuntukan bagi jamaah yang melakukan perjalanan dengan masa masa tertentu,
    Benar. Siapa lagi saudara kita yang melakukan perjalanan fi sabillah selama patang sasi, 4 bulan...?

    BalasHapus