Sabtu, 28 April 2012

Meski Sibuk Harus Perhatikan Kesehatan






Tahlil 40 Hari Wafatnya Tafta Zani


DEMAK- Humas Setda Demak, Rabu malam (25/4) menggelar tahlil 40 hari meninggalnya Tafta Zani. Kegiatan yang digelar di halaman Radio Suara Kota Wali tersebut diikuti puluhan staf Bagian Humas dan Umum Setda Demak, serta sejumlah penyiar juga wartawan. Selain itu diikuti pula anggota Jamiyah Pecinta Allah dan Rasul (JAPAR) Demak. Adapun tahlil dan doa dipimpin Kyai Achmad Sodikin dari Katonsari Demak Kota.
Kabag Humas Rudi Santosa SH menuturkan, ada pesan tersirat yang bisa dipetik dari meninggalnya Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM saat menjalankan tugas kedinasan di Kota Batam, Riau. Wafatnya bupati Demak itu dapat menjadi pelajaran bahwasanya sesibuk apapun seseorang hendaklah harus tetap bisa membagi waktu untuk mendukung kesehatan.
"Makanya kita harus memberikan porsi waktu memadai untuk melakukan berbagai aktivitas yang berpotensi mendukung kesehatan. Boleh saja kita kerja keras, namun janganlah lupa bahwa kesehatan adalah hal yang teramat penting,” ujar Rudi, di sela acara tahlil memperingati 40 hari wafatnya Bupati Tafta Zani.
Dalam kesempatan itu Rudi mengakui bahwa Tafta Zani memang merupakan sosok pekerja keras yang disiplin dan memiliki pemikiran maju. Bahkan setahu dia, pikiran dan tenaga Tafta Zani lebih banyak dicurahkan untuk kepentingan masyarakat Demak.
“Selaku Kabag Humas saya memang banyak mengikuti sebagian besar kegiatan Pak Zani.
Perhatikan Rakyat
Hampir setiap hari kegiatan beliau selalu padat. Jadi saya tahu persis kalau almarhum memang sangat mementingkan rakyat, sampai-sampai mengalahkan hal-hal yang bersifat pribadi,” ungkap Rudi.
Menjabat Kabag Humas sejak 2006, setidaknya cukup bagi Rudi untuk bisa sedikit memahami karakter Tafta Zani. Dalam pandangannya, Tafta adalah bupati yang tidak mau asal perintah. Tafta pun merupakan sosok yang bisa dijadikan panutan.
“Mendiang selalu memberikan perintah yang terukur. Dan yang perlu kita teladani bersama, dia selalu memosisikan diri sebagai contoh terhadap apa-apa yang akan ditegaskan kepada anak buahnya. Misalnya akan menegaskan kepada anak buah untuk disiplin, beliau sebelumnya terlebih dulu pasti sudah disiplin,” kata Rudi.
Mengingat semua kebaikan Tafta Zani semasa hidup itulah menjadikan Rudi menganggap perlu untuk menggelar tahlil dan doa bersama. Apalagi Tafta juga banyak berjasa terhadap kemajuan Kota Wali tercinta.
Sementara itu, sekitar 300 siswa Madrasah Diniyah Al Hidayah Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota berziarah ke makam Tafta Zani yang berada di kompleks Masjid Agung Demak, Kamis (26/4). Mereka didampingi Kades Karangmlati H Agus M Kartono dan para perangkat desa, anggota BPD juga ketua RT RW. Selain menggelar tahlil dan doa, mereka juga melakukan tabur bunga. Tahlil dan doa dipimpin KH Abdullah Zaini.
Kades H Agus mengatakan, ziarah dilakukan untuk memperingati 40 hari wafatnya Bupati Demak. “Ini merupakan bentuk balasan kami atas jasa baik almarhum semasa hidup,” kata Agus. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar