Minggu, 21 September 2014

Diakui sebagai Anak Habib Luthfi

Inilah doa Abah Habib Lutfhi bin Ali bin Hasyim bin Yahya  kepada seluruh jama'ah khususnya anak-anak muda, di saat beliau mengisi acara Maulidurrosul. Doa ini membuat siapa saja menjadi semangat untuk selalu hadir diacara maulidirrosul beliau. Doa yg membuat mata berkaca-kaca, doa yang membuat meneteskan air mata keharuan.
 "Anak-anakku, saya tidak menjual akhirat, saya hanya berdoa kepada Allah SWT, sebab akhirat itu tanggungan Nabi Muhammad SAW, yang memiliki syafaat mutlak adalah Nabi Muhammad SAW, kita ini hanya kepanjangan tangan membukakan pintu syafaat Rasulullah SAW. Dalam berdoa saya jaiz minta kepada Allah, dengan catatan benar."
"Kalian ini saya mohonkan kepada Allah supaya dijadikan anakku dunia akhirat.
Kelak kalau saya diberikan izin oleh Allah SWT kowe neng mburiku kabeh, aku tak jogo lawang suwargo, kowe mlebu suwargo disek ora opo-opo."
(Kalau admin terjemahkan: kalian di belakang saya semua, saya akan jaga pintu surga, kalian masuk surga terlebih dahulu saya tidak apa-apa).
"Karena anda adalah pelopor- pelopor agama, pelopor-pelopor pecinta Rasulullah SAW, pelopor-pelopor pecinta NKRI maka dari itu saya minta sama Allah SWT."
"Ya Allah Gusti, anak-anak yang ada di sini kulo dadosaken anak kulo dunyo akhirat.
Ini kebanggaan saya kepada kalian. Maka dari itu tolong jangan kecewakan saya. Tunjukkan bahwa anda ini putra-putri ruhaniyah Habib Luthfi. Tunjukkan anda yang memiliki jati diri dan harga diri sebagai umat Islam, sebagai ahlisunnah wal jamaah dan sebagai bangsa Indonesia."
Semoga sebagai murid kita jangan sampai mengecewakan Guru dan orang tua kita.
Amiiiiinn,,,,,,,,
»»  Japar Demak [Lanjut...]

Jumat, 05 September 2014

Rotib Kubro Bareng Jamiyyah di Demak

Ingat Allah, Rasulullah dan Waliyullah

Ngaji Rotibul Kubro Bersama Alhabib Ali Almusawwa di Trengguli-Demak

 "Dengan Ngaji Rotib Kubro Berjamaah, Insya Allah bisa Masuk Surga Bersama Sohibul Rotib, Habib  Thoha bin Hasan bin Yahya," kata Habib Ali bin Umar Almusawwa.

Pengajian Rotib Kubro yang digelar di Desa Trengguli, Demak tepatnya di samping Bengkel Ahass 07162 Jatimas Motor Demak berlangsung penuh khidmat. Pengajian dihadiri Habib Ali Almusawwa dari Kauman Semarang, KH Muhammad Asiq, (Ketua Takmir Masjid Agung Demak),  Ustadz Djaring Subondo (Jepara) , Kiai HM Nasir (Guntur), Kiai H Mathori (Karanganyar), KH Anwar Baedlowi (Trengguli).
Hadir pula Ustadz H Hasyim, Ustadz Hasyim Asyari, Gus Zaki Mubarok, Hasan Hamid, Kang Tajab, Abdurrauf, Mbah Sangkan, Mbah Mo, Gus Wahib, Mas Ari dan banyak lagi. Kegiatan tersebut digelar selapanan setia Jumat Pon malam Sabtu legi. (info : 08122852781)
Pembacaan rotib dimpimpin Habib Ali Almusawwa tersebut berlangsung pukul 20.30 hingga pukul 22.00. Sedang doa disampaikan Kiai H Mathori. Dilanjutkan dengan tausiah. 
Ikatan dengan Waliyullah
Habib Ali menuturkan, dengan mengikuti pengajian rotib kubro, berarti jamaah telah memiliki ikatan dengan waliyullah shohibul rotib, yakni Habib Thoha bin Hasan bin Yahya Ba'alawy. Ikatan tersebut yang akan memberi kekuatan untuk "masuk dalam perahu atau rumah" yang dinahkodai Waliyullah agar sama-sama masuk surga.
"Kalau kita mengukur amal perbuatan kita sendiri, tentu sangat jauh dari kemungkinan untuk mendapatkan surga. Harapan mendapatkan rahmat pun masih terasa gamang. Namun dengan kita mengikuti waliyullah, Habib Thoha bin Hasan bin Yahya, maka kita telah memiliki lingkaran rantai yang akan menjadi ikatan agar sama-sama masuk surga dan mendapat rahmat dari Allah SWT." 
Dikatakan beliau, mengamalkan rotib kubro berarti seseorang telah menunjukkan kecintaanya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebab dalam rotib tersebut terdapat dzikir dan shalawat yang telah disusun sedemikian rupa oleh shohibul rotib, dan kini telah dikemas dengan ringkasan sederhana oleh Alhabib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan. "Insya Allah yang mengamalkan rotib ini, apalagi ikut dalam jamiyyah akan mendapat tempat bersama Alhabib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya."
Dia mengaku senang dengan semangat para pemuda dan umat Muslim di Demak yang menggiatkan kegiatan jamiyyah rotib kubro. Menurutnya, semangat itulah yang menunjukkan telah mewarisi perjuangan Nabi Muhammad SAW. "Kalau umat Islam hanya berdiam diri, tidak mengadakan kegiatan seperti ini, tidak mengajak umat untuk beribadah, beramal shaleh, berjamiyyah, maka perjuangan syiar Islam akan berhenti. Karena itu saya senang, adanya Jamiyyah Rotib Kubro ini yang ikut mensyiarkan dakwah Islam." (*)
»»  Japar Demak [Lanjut...]

Rotibul Kubro Demak

Ingat Allah, Rasulullah dan Waliyullah

Shodaqoh Balasan Langsung Tunai 10 Kali Lipat


Seorang lelaki setengah baya datang ke masjid lebih awal dari yang lain untuk melaksanakan salat Jumat. Ia duduk di shaf agak depan dan berada di tengah jamaah. Setelah melakukan salat sunah tahiyyatal masjid, ia pun duduk khusyu’.
Pada saat khotbah dibacakan, penyakit kantuknya menyerang tanpa mampu diusir. Dan betapa terkejutnya dia, ketika badannya disenggol jemaah sebelah. Begitu tersadar, sebuah kotak amal siap melintas di depannya. Dengan masih menahan kantuk, tangannya merogoh saku belakang dan mendodos selembar uang 100.000-an. Ketika hendak memasukkannya ke kotak, tiba-tiba tangannya ditarik kembali ke belakang dan lembaran tersebut disimpannya kembali ke dalam saku.
Kemudian ia merogoh saku lain dan mengeluarkan lembar 50.000-an, tetapi buru-buru dimasukkan lagi. Lalu tangannya merogoh saku baju dan mengeluarkan lembar 20.000-an. Lembaran ini pun disimpannya lagi, dan kemudian tangannya merogoh saku terakhirya. Didodosnya selembar uang 10.000-an dan cepat-cepat dimasukkannya ke lubang kotak infaq di depannya.
Belum sempat mendorong kotak infak tersebut ke depan jamaah sebelahnya, punggungnya ditepuk pelan dari belakang. Begitu menoleh, sebuah tangan menyodorkan selembar uang 100.000-an kepadanya. Ia termangu seperti antara percaya dan tidak, tetapi kemudian buru-buru diterimanya lembar uang tersebut.
Sambil masih terbengong, ia tengadahkan kedua tangannya dan berucap, “Alhamdulillah, Engkau telah menepati janji-Mu ya, Allah. Engkau telah membalas langsung tunai atas sedekahku sebanyak 10 kali lipat. Alhamdulillah“, desisnya.
Setelah itu lembar uang 100.000-an pemberian jamaah saf belakang pun dilipatnya rapi dan dimasukkannya ke dalam kotak amal di depannya, sebelum akhirnya ia dorong kotak tersebut ke jamaah di sampingnya. Kemudian ia kembali menoleh ke belakang, karena ada yang menyenggolnya lagi. “Itu tadi uang bapak yang terserak di belakang, belum tersimpan kembali di saku bapak”, kata jamaah tersebut menjelaskan.
Cerita ini dituturkan Ketua MUI KH Drs Muhammad Asyiq pada Maulidurrasul dan Mujahadah Rotib Kubra di Desa Trengguli Wonosalam Demak, Jumat (22/8) semalam.


Ditulis : Mahmud Suwandi
»»  Japar Demak [Lanjut...]

Mujahadah Rotibul Kubro

Ingat Allah, Rasulullah dan Waliyullah

ACARA MAULID SIMTHUDDUROR DAN MUJAHADAH ROTIBUL KUBRO INI DIADAKAN JAMIYYAH ROTIB KUBRO DEMAK DI DESA TRENGGULI KECAMATAN WONOSALAM, DEMAK PADA JUMAT PON MALAM SABTU WAGE, 22 AGUSTUS 2014.

MAULID DIPIMPIN USTADZ DJARING SUBONDO (JEPARA), MUJAHADAH ROTIBUL KUBRO DIPIMPIN HABIB ALI BIN UMAR ALMUSAWA (SEMARANG), TAUSIYAH DIISI ALMUKAROM KH MUHAMMAD ASYIQ (DEMAK).
KEGIATAN RUTIN INI JUGA DIHADIRI PENGURUS JAMIYYAH, KH MATHORI, KH HAMUNASIR, KH ANWAR BAEDLOWI, KIAI NASIRIN, KIAI ABDUL WAHID (JATISONO), H MAHMUD SUWANDI, ZAKI MUBAROK, HASAN HAMID, ABDUR ROUF, MUSTAJAB, TOHA, ZAENAL, WAHIB PRIBADI, KI SANGKAN, ARI WIDODO, ALI,SERTA PARA SANTRI PONPES AL-MUBAROK TEMUROSO (GUNTUR), PARA SANTRI PONPES NURUL ULUM (TRENGGULI) DAN LAINNYA.
ACARA TERBUKA UNTUK UMUM.



»»  Japar Demak [Lanjut...]

Ingin Punya Anak Shaleh? Gampang...

Ingat Allah, Rasulullah dan Waliyullah

Ingin punya anak shaleh? yuk simak ceramah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya (pekalongan.

...... Bagaimana mungkin bisa punya anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya, kalau orang tuanya ingkar dan tidak pernah mendatangi ulama dan orang saleh.
Ayah Imam Gazali itu bukan ulama, akan tetapi beliau hormat, mendekat dan mencintai ulama. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, beliau menyisihkan untuk membeli manisan yang ia hadiahkan kepada para ulama, seraya memohon kepada Allah agar dianugrahi anak saleh seperti ulama-ulama yang ia kagumi.
Allah menganugrahinya dua putra yang saleh, keduanya menjadi ulama besar, keduanya terkenal di dunia Islam. Pertama, Muhammad bin Muhammad al-Gazali, kedua Ahmad bin Muhammad al-Gazali. Orang biasa bisa melahirkan dua orang hebat karena cinta dan hormatnya kepada ulama.
Kita sekalian meskipun orang biasa, bukan keturunan Kiai, bisa mempunyai anak-anak yang saleh. Jangan berkecil hati, berdoa, dan mendekatlah kepada para ulama. Allah Maha mendengar, akan mengabulkan doa hamba-hambaNya.....

Nah, gampangkan? yuk kita dekatkan diri  dengan para ulama, habaib, kiai, ustadz dan sholihin lainnya. Jangan lupa ikuti dan hadiri jamaah pengajian, maulud, mujahadah dan lain sebagainya.
»»  Japar Demak [Lanjut...]